01/April/2026

FGD Kebijakan Safeguard Program digelar pada 31 Maret 2026 di Neo Aston Hotel untuk mendukung riset bioprospeksi laut berbasis komunitas di Nusa Tenggara Timur. Bioprospeksi merupakan penelitian untuk menemukan bahan aktif dari keanekaragaman hayati laut yang berpotensi dikembangkan menjadi produk di bidang farmasi, pangan, dan industri berkelanjutan. Kegiatan ini dilaksanakan secara hybrid dengan melibatkan perwakilan BKSDA NTT, Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTT, Balai Pengelola Kelautan Kupang, organisasi non-pemerintah dan perwakilan desa dari tiga lokasi penelitian, yaitu Desa Lambakara (Sumba Tengah), Desa Uiasa di Semau (Kupang), dan Desa Watowara (Flores Timur).

Yayasan Gerbang Alam Timur (YAGAT) turut terlibat karena telah memiliki kelompok dampingan nelayan di wilayah sasaran. Selain itu, keterlibatan perempuan juga didorong untuk memastikan keberlanjutan dalam pengolahan produk di masa depan. Dengan pendekatan partisipatif dan beretika, riset ini diharapkan tidak hanya menghasilkan temuan ilmiah, tetapi juga memperkuat konservasi terumbu karang sekaligus meningkatkan manfaat ekonomi bagi masyarakat pesisir NTT.